Cara Membesarkan Generasi Alpha: Strategi Parenting yang Efektif di Era Digital

04 Nov 2024
Image
Ukuran Font

Apa moms & dads menyadari kalau anak-anak adalah gen Alpha? Apa sih gen Alpha? Jadi generasi Alpha adalah mereka yang lahir pada tahun 2010-2025. Mereka lahir di era digital yang sudah sangat masif perkembangannya.

Justru di sanalah tantangannya berada? Kenapa? Di era digital ada banyak sekali kemudahan, percepatan segala proses, luasnya akses pengetahuan sudah pasti memberi dampak pada karakter dan cara anak berpikir. 

Bukannya bagus kalau keadaannya begitu? Benar, tapi tak ada yang sempurna kan moms dalam hidup ini?! Digitalisasi juga memberi dampak negatif pada anak dads. Lalu apa bisa anak-anak dibesarkan dengan cara yang sama seperti kita dibesarkan?

Nope. Nggak sesimple copy paste ternyata dads. Karena lingkungan, zaman, dan tantangan yang harus dihadapi anak berbeda dengan kita maka butuh strategi parenting yang berbeda untuk membesarkan mereka. Strategi yang gimana? Simak pemaparan berikut ini ya moms.

Seperti Apa Karakteristik Generasi Alpha?

Adakah yang sudah merasakan kalau anak-anak generasi Alpha alias gen Alpha ini beda dengan generasi sebelumnya? Yes, mereka lahir di era dimana dunia digital berkembang sangat pesat dan itu tentu saja mempengaruhi karakter mereka. Mau tahu lebih detail apa yang menjadi ciri khas mereka? Cek yang berikut ini ya

Ciri Khas Generasi Alpha

Kenapa moms & dads harus tahu karakteristik gen Alpha? Pengetahuan ini bisa dijadikan pegangan untuk menentukan bagaimana kita mengasuh anak-anak nantinya ya moms. Yuk kita simak lebih lanjut.

  • Digital Native.

Adalah mereka yang lahir di era digital, dimana teknologi menjadi bagian dari kehidupan mereka. Seperti smartphone, internet, media sosial, dan juga AI. Mereka memiliki kemampuan penguasaan teknologi yang baik sejak dini. 

  • Ketergantungan Teknologi.

Sebagai generasi yang tumbuh dengan dikelilingi teknologi, kehidupan mereka tak bisa lepas dari teknologi dan hal ini menjadi penyebab ketergantungan pada teknologi. Berkomunikasi dengan media sosial, jadi mereka takut jika tak terkoneksi dengan teknologi.

  • Kemampuan Komunikasi yang Jauh Berkurang.

Kenapa bisa berkurang? Sedemikian dekatnya dengan teknologi membuat mereka tak terbiasa berkomunikasi langsung dengan manusia, hal ini mengakibatkan keterampilan berkomunikasi dengan manusia jadi berkurang. Komunikasi dengan AI tak akan sama jika dibanding dengan manusia kan dads?

  • Tak Pintar Berbagi.

Hal ini juga akibat dari jarangnya mereka berhubungan dengan manusia dibandingkan dengan gadget. Keterampilan sosial tak sebaik generasi sebelumnya.  

  • Mereka Tidak Mau Mengikuti Aturan.

Agak Shock ya moms? Mereka cenderung bossy, dominan dan suka mengatur. Hal ini dikarenakan mereka ingin menjadi yang tercepat, terbaik atau dikenal. 

Apakah ketergantungan anak-anak pada teknologi/gadget akan mempengaruhi perkembangan anak di era digital? Tentu saja moms. Dalam sebuah jurnal  yang diterbilkan STKIP Sebelas April disampaikan bahwa ketergantungan pada teknologi ini punya dampak berupa “kecanduan”. 

Kecanduan gadget akan meningkatkan prevalensi resiko gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas karena kecanduan gadget mempengaruhi pelepasan hormon dopamin yang berlebihan sehingga menyebabkan penurunan kematangan Pre Frontal Cortex (PFC). 

Wow, moms & dads benar-benar harus memahami dampak teknologi pada anak ya. Jangan sampai kita menyesal. BTW, apa aja sih moms dampaknya? Apa ada dampak positif teknologi buat gen Alpha?

Apa Tantangan Parenting di Era Digital?

Teknologi jadi tantangan tersendiri buat moms & dads yang memiliki anak gen Alpha, ya kan? Suka nggak suka mereka lahir begitu lekat dengan teknologi, bener moms kan? Nggak mungkin deh ya kalau harus lepas sama sekali. 

Sudah mulai terbayang berbagai efek buruknya untuk perkembangan anak? Sudah mulai overthinking moms? Tunggu dulu, ada kok moms dampak positif teknologi buat gen Alpha. Simak ya dads.

Dampak Positif Teknologi terhadap Generasi Alpha.

Tak hanya dampak negatif moms yang hadir bersama teknologi. Ada lho dampak positifnya. Berikut ini dampak positifnya:

  • Kemandirian Belajar.

Kemandirian belajar gen Alpha terhitung baik, mereka terbiasa belajar sendiri dan mencari sumber referensi langsung menggunakan internet. Hal ini didorong keinginan mereka untuk menjadi yang pertama dan terbaik.

  • Kecerdasan digital gen Alpha tak perlu diragukan. 

Karena mereka tumbuh dan sangat lekat dengan teknologi. Tak hanya bisa menggunakan, sebagian juga sudah mampu membuat software di usia yang masih muda.

  • Komunikasi Global.

Gen Alpha berkomunikasi dengan dunia global secara daring lebih mudah, playgroundnya menjadi sangat luas. Sehingga memicu perkembangan bahasa asing yang lebih baik.

  • Sangat terbuka dengan perubahan. 

Seperti cepatnya trend berubah, gen Alpha tetap mampu mengikuti setiap perubahannya. Mereka lebih adaptif terhadap perubahan di sekitar mereka.

Cukup banyak ya dads dampak positifnya? Tapi jika terpapar media sosial sejak dini, ada nggak ya pengaruh negatifnya?

Dampak Negatif Teknologi terhadap Gen Alpha.

Gen Alpha yang begitu lekat dengan media sosial bahkan dari bayi tentu akan merasakan dampak negatif dari gadget ya moms, apa saja Sih? Simak dampak negatifnya ya

  • Kebugaran Tubuh.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan Nusantara Global, diketahui bahwa anak yang terisolasi dengan teknologi atau terpaku dengan gadget akan  membuat mereka kurang melakukan kegiatan fisik dan pada akhirnya tugas perkembangannya akan terganggu. 

  • Kecanduan Layar.

Apa yang terjadi jika jika anak “kecanduan” berada di depan layar gadget? Sinar blue light yang dipancarkan gadget akan mempengaruhi kesehatan anak. Diantaranya kesehatan mata terganggu, kualitas tidur juga terganggu, sehingga mengurangi tingkat konsentrasi anak.

  • Cyber Bullying.

Ternyata bullying tak hanya terjadi di dunia nyata ya moms. Di sosial media juga bisa terjadi, baik yang diketik dalam komentar atau malah banyak juga yang dialamatkan langsung lewat direct message. Dads pernah memperhatikan ini?

  • Pengaruh media sosial yang lain.

Masih adakah pengaruh sosial media yang lain selain bullying? Yes. Pernah dengar istilah flexing? Atau FOMO, YOLO, dll? Memangnya ada pengaruh kepada anak? Secara mental, YES! Anak yang belum mampu memfilter apakah ini benar atau tidak akan sangat terpengaruh.

Luar biasa banyak manfaat dan dampak negatif ya moms untuk anak-anak? Disinilah peran orang tua dibutuhkan. Anak-anak yang belum bisa memilah dan menyikapi dengan bijaksana tentu akan terbawa arus yang belum tentu baik bagi mereka.

 Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai parent nih dads & moms? GImana strategi yang tepat untuk membesarkan gen Alpha moms? Yuk kita kupas satu per satu.

Strategi Parenting yang Efektif untuk Generasi Alpha

Siap atur strategi dads? Karena nggak bisa memaksakan mengasuh gen Alpha dengan cara kita dididik ya moms. Anak-anak bukan milik kita, mereka milik zamannya. Tapi banyak bahaya di luar sana, yes tapi nggak bisa dibiarkan steril dari dunia luar juga kan? 


Pada saatnya mereka harus menghadapi sendiri kan dads? Cuma bisa mempersiapkan ya moms. Ini nih yang bisa kita lakukan buat nyiapin gen Alpha moms!

  • Atur Screen Time yang Sehat 

Gen Alpha terikat dengan teknologi, tak mungkin memisahkan mereka. Jadi mari atur screen time yang sehat. Sesuaikan dengan usia dan kebutuhannya ya moms, selalu kontrol kondisi fisik anak. Upayakan agar waktunya produktif bersama teknologi.

  • Bangun Keterampilan Sosial di Dunia Nyata 

Gen Alpha bisa berkomunikasi dengan orang dari berbagai penjuru dunia kok, berarti terampil kan bersosialisasi? Benar bisa, tapi harus disadari kan kalau berkomunikasi tidak hanya berbicara dua arah. Seberapa bisa memahami adab, memahami perasaan lawan bicara, dan apakah anak mampu berempati juga hal yang perlu mereka pelajari. Jadi gimana? 

Ajak anak untuk bersosialisasi di luar layar, alias in real life. Bantu mereka bertemu teman sebaya, atau yang punya passion yang sama, atau saudara-saudaranya. Dampingi, atau ajak diskusi setelahnya untuk mengarahkan mereka. Bisa kan moms?

  • Kembangkan Literasi Digital yang Kuat

Bukannya Gen Alpha sudah terlalu familiar dengan teknologi? Kenapa masih perlu mengembangkan literasi digital? Literasi digital tidak hanya berarti anak bisa menggunakan gadget, atau bisa mengoperasikan software, tapi penting juga anak bisa mencerna berbagai informasi yang beredar di jagat digital.

Tugas parent ya membantu anak mencerna dan mampu memilah informasi di dunia digital. Bukankah tak semua informasi itu fakta? Kadang hoax kan ya moms? Tugas kita ya dads untuk mengajarkan anak berpikir kritis terhadap informasi yang ditemuinya di dunia maya. 

  • Bentuk Rutinitas Seimbang

Rutinitas? Susah ini. Setuju moms, mengajarkan anak rutinitas untuk membentuk disiplin itu gak gampang sama sekali ya. Nah gimana biar rutinitas itu terjadi keseimbangan aktivitas online dan offline ya dads? Agar semua kegiatan anak tak hanya seputar gadget, tapi juga bermain atau olahraga di real life bersama teman atau keluarga. Butuh banget ini peran moms and dads untuk mendampingi anak-anak ya. Bisa kan dads?

Ajarkan Nilai dan Etika di Dunia Digital


Bukannya dunia digital itu bebas sebebas bebasnya ya? Apa sih etika di dunia digital? Etika di dunia digital merupakan sekumpulan nilai atau prinsip yang mengatur perilaku seseorang dalam menggunakan teknologi digital dan internet. Apa pentingnya sih?

Dengan menjalankan etika ini diharapkan seseorang bisa menggunakan teknologi dan internet dengan bertanggung jawab dan bijaksana, sehingga dapat tercipta lingkungan yang aman. Segitu pentingnya? Ini alasan moms & dads harus menjaga gen Alpha agar bisa menjalankan etika di dunia digital, diantaranya:

  1. Terjaminnya privasi yang aman, sehingga terhindar dari pembobolan data pribadi.

  2. Meminimalkan dampak buruk media sosial.

  3. Agar tidak terjadi penyebaran informasi palsu.

  4. Agar terjaga kesopanan dunia digital.

Apa yang bisa kita lakukan ya moms agar anak bisa menggunakan teknologi dengan bertanggung jawab? Ini beberapa tips nya ya dads

Tips Membimbing Anak Untuk Menggunakan Teknologi secara Bertanggung Jawab:

  • Beri pemahaman pada anak tentang etika di dunia digital.

  • Beri anak contoh penerapan etika di dunia digital

  • Beri batasan waktu dalam penggunaan teknologi digital.

  • Pakai aplikasi untuk memantau aktivitas anak di dunia digital.

  • Fasilitasi kreativitas digital anak, seperti video, gambar, atau blog.

  • Beri pemahaman pada anak tentang literasi digital.

  • Berikan anak gadget yang sesuai kebutuhannya.

  • Dengarkan dan diskusi dengan anak.

  • Dorong anak untuk beraktivitas di luar layar, bersamai anak bermain atau berolahraga ya dads.

Meski telah menginjak usia remaja, anak-anak tetap perlu didampingi ya moms. Perlu diajak diskusi atau ditunjukkan seperti apa konsekuensinya. Agar kedepannya anak-akan mampu berpikir dan memutuskan jalannya sendiri dengan bijak ya dads.

Bantu Anak Mengembangkan Soft Skills di Era Digital

Salah satu bentuk dukungan dads & moms untuk memfasilitasi anak di era digital adalah membantu mereka mengembangkan softskill. Softskill apa yang bisa dikembangkan?

Kembangkan keterampilan komunikasi, empati dan pemecahan masalah. Kenapa?

Softskill ini diantaranya yang akan sangat dibutuhkan dalam era digital. Kenapa komunikasi? Bukankan gen Alpha akan terhubung dengan dunia global dengan sangat luas dan mudah? Lalu kenapa harus terampil berempati? Karena AI tak bisa menggantikan manusia berempati. Benar?

Robot tak punya emosi kan dads? Mereka bisa meniru respon kita mungkin, tapi bukan hatinya yang digantikan. Lalu dunia akan terus berubah moms, anak-anak akan menghadapi banyak permasalahan mereka sendiri. Itulah kenapa mereka mesti diajarkan bagaimana memecahkan masalah.

Menarik sekali pembahasan tentang gen Alpha ya moms? Tantangannya memang luar biasa dads, berbeda sekali dengan zaman kita dibesarkan ya? It’s OK, we can make it. Tentu tak lepas dari peran kita sebagai parent ya moms, kenapa?

Tentu Gen Alpha perlu dikenalkan pada dunia mereka, meski hanya lewat diskusi karena mereka juga senang didengarkan. Etika di era digital juga harus kita kenalkan ya dads, jangan sampai terbawa arus “trend” yang nggak sehat. Kita bisa kok moms jadi role model. 

Yuk kita berkomitmen, mulai dari kita ya dads. Bisa kok kita menyeimbangkan antara dunia online dan offline. Yuk bisa yuk moms & dads 🙂


Bagikan
Artikel Lainnya
Produk Rekomendasi