Cara Mengatasi Ketergantungan Teknologi pada Generasi Alpha: Solusi untuk Tumbuh Sehat

Dilansir dari survey yang dilakukan KPAI di era pandemi, kebanyakan anak diizinkan menggunakan gadget selain untuk belajar 79% dan anak memiliki gadget sendiri 71,3% dan mayoritas anak tidak memiliki aturan (79%) penggunaan gadget dengan orang tua. Bisa dibilang ini salah satu pencetus gen Alpha akhirnya kecanduan gadget ya moms?!
Apa sih dampak negatifnya bagi anak-anak? Selain kecanduan gadget, gen Alpha juga bisa mengalami gangguan tidur, kurangnya interaksi sosial, menurunnya prestasi akademik, bahkan sampai turunnya kesehatan fisik anak sebagai akibat dari kurangnya kegiatan fisik anak.
Nggak main-main akibatnya ya dads, bisa jangka panjang kalau dibiarkan ya kan moms? Karena cepat atau lambat ini akan berakibat pada kehidupannya hingga dewasa dan masa depan anak-anak kita. Bagaimana solusi ketergantungan gadget dari gen Alpha? Tapi sebenarnya kenapa sih gen Alpha rentan tergantung dengan teknologi?
Gen Alpha Rentan Kecanduan Teknologi?
Benarkah? Bisa dibenarkan juga sih moms, harus diakui mereka lahir dalam era teknologi. Dunia yang serba digital, dan terlibat secara online karena generasi sebelumnya. Seperti apa sih karakternya?
Karakter Generasi Alpha:
Sebagai native digital yang familiar dengan teknologi.
Terbiasa dengan kecerdasan buatan (AI)
Memiliki kepedulian terhadap lingkungan
Terbuka dengan perbedaan, lebih inklusif, dan memiliki pemikiran yang mendunia.
Cara belajarnya fleksibel dan inovatif.
Kemandiriannya tinggi dalam mencari solusi secara digital.
Gen Alpha lahir dan tumbuh dengan aktifitas yang terintegrasi dengan teknologi digital. Karena mereka lahir di era digital dimana segala hal dalam kehidupan telah terdigitalisasi. Sehingga lekat dengan teknologi menjadi kebutuhan. Apa saja yang menjadi penyebab ketergantungan teknologi?
Faktor-faktor Penyebab Ketergantungan Teknologi:
Faktor Internal.
Di sini yang mempengaruhi yakni aspek kontrol diri yang rendah, sifat sensational seeking yang tinggi, dan self esteem yang rendah.
Faktor Situasional.
Yaitu faktor yang menggambarkan tentang situasi psikologis individu, yang akan mempengaruhi adalah rasa nyaman jika memiliki gadget.
Faktor Eksternal.
Ini merupakan pengaruh dari luar diri, bisa berupa iklan dari media.
Faktor Sosial
Yakni faktor yang menggambarkan tentang kebutuhan interaksi sosial, sehingga menimbulkan keinginan untuk selalu melekat dengan gadget.
Gimana kita tahu kalau anak ketergantungan dengan teknologi? Cek ya, apakah anak-anak moms & dads memiliki tanda-tanda ini.
Tanda-tanda Ketergantungan Teknologi pada Anak
Kenapa moms dan dads harus tahu bagaimana tanda-tanda ketergantungan teknologi sejak anak justru sedini mungkin? Pemahaman ini membantu moms untuk mendeteksi sedini mungkin, sehingga bisa diatasi secepat mungkin sebelum ketergantungan itu semakin parah. OK, berikut ini Tanda-tanda Ketergantungan Teknologi pada Anak.
Anak tak bisa berhenti main gadget.
Gadget memenuhi pikiran mereka meski tidak sedang memegang gadget.
Anak menggunakan gadget meski sembunyi-sembunyi.
Memicu masalah keluarga karena emosi yang tak terkontrol.
Menunjukkan gejala penarikan, anak menunjukkan reaksi stress atau gelisah saat gadget diambil.
Mengganggu sosialisasi anak dengan lingkungan.
Toleransi meningkat, kemampuan anak bermain gadget semakin panjang.
Kehilangan minat untuk melakukan aktivitas yang lainnya.
Gadget menjadi mood booster.
Kondisi emosional anak bagaimana jika anak sudah mulai mengalami ketergantungan dengan gadget? Umumnya anak akan mengalami perilaku yang agresif, isolasi sosial, serta gangguan tidur.
Dampak negatif tentu ada ya dads pada ketergantungan teknologi ini pada anak, tapi apakah dampak ini akan terjadi dalam jangka panjang? Simak pemaparan berikut ini ya moms.
Bagaimana Dampak Jangka Panjang Ketergantungan Teknologi pada Tumbuh Kembang Anak?
Dampak apa saja sih moms yang akan dialami anak dalam jangka panjang jika mengalami ketergantungan pada tumbuh kembang anak? Berikut ini Dampak Jangka Panjang Ketergantungan Teknologi pada Tumbuh Kembang Anak.
Dampak Fisik.
Dampak fisik yang mungkin terjadi yaitu masalah kesehatan mata, obesitas, kurang aktivitas fisik.
Dampak Psikologis.
Dampak Psikologisnya antara lain gangguan konsentrasi, rendahnya kemampuan bersosialisasi, dan kecemasan.
Dampak Akademik.
Dampak akademiknya yakni menurunnya prestasi belajar akibat kecanduan gadget.
Bagaimana Solusi untuk Mengatasi Ketergantungan Teknologi pada Generasi Alpha?
Apa yang bisa moms & dads lakukan untuk mengatasi ketergantungan teknologi pada generasi Alpha? Moms bisa mencoba melakukan trik berikut ini.
Batasi Screen Time dengan Bijak.
Buat jadwal dan batasan waktu, dan disesuaikan dengan kebutuhan serta usia anak ya moms. Hindari menjadikan gadget sebagai pengasuh anak atau alat agar mereka tenang.
Bantu Anak Melakukan Aktivitas Fisik dan Outdoor.
Bantu anak untuk tetap melakukan aktivitas fisik dan outdoor. Misalnya bersepeda, main basket, main sepatu roda, main skateboard, renang, sepak bola, atau jenis olahraga yang lain.
Pilih Hobi yang Tidak Melibatkan Teknologi
Masih banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan tanpa teknologi lho moms. Moms bisa membuat kue bersama anak, melukis, membuat kerajinan tangan, mendesain ulang kamar, menghias jurnal atau melakukan hobi yang lain.
Komunikasi Terbuka dengan Anak.
Bagaimana komunikasi terbuka dengan anak? Diskusi dads. Dengarkan pendapat anak, ajak mereka memberikan saran untuk berbagai hal yang terjadi dalam keseharian anak ya moms.
Bisa nggak sih gen Alpha dijauhkan dari gadget atau teknologi yang lain? Agak berat kayaknya ya?! Mungkin nggak sih kalau kita libatkan?
Ajak Anak Berperan dalam Mengelola Teknologi
Akan lebih sulit ya moms kalau anak diminta melakukan sesuatu yang kita perintahkan, mungkin akan ada penolakan. Sedangkan jika anak dilibatkan maka apa yang diputuskan adalah kesepakatan yang akan lebih mudah dijalankan ya dads.
Ajarkan anak tentang manfaat dan bahaya teknologi.
Berikan edukasi pada anak tentang manfaat dan bahaya teknologi. Apa saja dampak negatif yang mungkin terjadi pada anak. Sehingga mereka tahu apa yang akan mereka hadapi.
Pentingnya bangun literasi digital sejak dini agar anak lebih bijak dalam menggunakan teknologi.
Kenapa harus membangun literasi digital? Literasi digital adalah kemampuan untuk menggunakan teknologi digital secara bijak dan tepat. Literasi digital penting karena memiliki banyak manfaat, diantaranya dapat menghemat waktu, menghemat uang, memudahkan mendapatkan informasi.
Buat kesepakatan tentang aturan penggunaan gadget bersama anak.
Ini waktunya diskusi dengan anak-anak dads, buat kesepakatan tentang aturan penggunaan gadget bersama. Sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan anak.
Perlu Nggak Peran Parent dalam Menciptakan Keseimbangan?
Buat moms & dads yang anaknya termasuk gen Alpha, challenging right? Era digital pasti beda dengan era kita ya moms? Agak dilema aja ya, di satu sisi nggak mungkin lepas dari teknologi tapi disisi lain moms juga pasti nggak pingin anak-anak mengalami dampak negatifnya. Jadi bisakah parent menciptakan keseimbangan?
Lalu dads bisa melakukan apa nih? Jadi role model. Ciptakan keseimbangan antara digital dan natural, seperti sebelum ada teknologi digital. Tentu boleh menggunakan teknologi untuk membantu memudahkan kehidupan sehari-hari kita, tapi pastikan juga tetap beraktifitas in real life dan outdoor. Jadikan sebagai rutinitas. Bisa kan moms?
Harus bisa ya moms, kita berkomitmen untuk masa depan anak-anak juga kan? Mulai kita atur batasan, komunikasikan dengan anak-anak, dorong anak-anak beraktivitas outdoor dan tetap bersosialisasi di real life.
Bisa nggak kalau anak-anak saja yang kita atur keseimbangan aktivitasnya? Kan moms & dads harus bekerja yang berkaitan dengan digital. Nope. Parent justru yang memiliki peran terbesar untuk memastikan anak tumbuh sehat di tengah perkembangan teknologi.
Yuk kita ciptakan keseimbangan dunia digital dan real life, menyeimbangkan aktivitas online dan offline. Semangat moms & dads, yes we can!
