Gimana Peran Ibu untuk Mencegah Stunting? Ini Tips dan Trik untuk Nutrisi Anak

04 Nov 2024
Image
Ukuran Font

Pernah ketemu anak-anak yang tingginya dibawah rata-rata, tapi bukan keturunan? Jangan-jangan stunting? Apa sih stunting? Stunting itu gagal tumbuh moms, karena gizi kurang. Kok bisa ya?

Bisa, tapi sebenarnya kondisi ini bisa cegah. Karena mungkin bisa dikejar ya, karena jangka waktunya masih sampai anak berusia 1000 hari setelah lahir. Tentu saja butuh peran besar dari ibu. Apa dads juga bisa berperan? Simak lebih lanjut ya.

Apasih Stunting?

Dilansir dari Laman Kemenkes, stunting diartikan sebagai kondisi gagal tumbuh baik secara fisik maupun otak. Kenapa bisa gagal tumbuh? Hal ini bisa terjadi karena gizi yang tak terpenuhi sejak janin dalam kandungan sampai 1000 hari pertama kelahirannya. Memangnya pengaruhnya apa?

Sudah tau belum, dampak dari stunting itu jangka pendek dan jangka panjang lho moms. Dampak jangka pendeknya antara lain: terganggunya pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kecerdasan, dan gangguan metabolisme pada tubuh. Lalu kalau dampak Jangka panjangnya?

Dampak stunting dalam jangka panjang antara lain: mudah sakit, munculnya penyakit diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah, kegemukan, kanker, stroke, disabilitas pada usia tua, dan kualitas kerja yang kurang baik sehingga membuat produktivitas menjadi rendah.

Sedahsyat itu dampaknya pada anak-anak ya dads. Bisa nggak sih dicegah? 

Mengapa Nutrisi Penting dalam Mencegah Stunting?

Adakah peran nutrisi dalam pertumbuhan fisik dan kognitif anak? Ada dong moms, karena stunting kan disebabkan kebutuhan nutrisi tak terpenuhi. Padahal nutrisi ini berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik dan kognitif anak. Di usia emas anak tumbuh dan berkembang dengan cepat kan moms?

Dilansir dari penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi, nutrisi mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif. Sedangkan otak membutuhkan 20% dari kalori tubuh, maka kebutuhan nutrisi ini pun mempengaruhi kemampuan otak bekerja. Jadi bukan hanya saat pembentukan serabut otak serta jalur saraf yang penting untuk berbagai fungsi kognitif dan motorik. Trus gimana kalau kurang?

Tentu saja perkembangan fisik tidak akan optimal, tinggi badan kurang, cenderung kurus, dan perkembangan otak juga tak akan optimal. Apa yang terjadi jika nutrisinya nggak cukup dads? Serabut otak tak optimal terbentuk, padahal pada awal kehidupannya anak-anak aktif menguatkan koneksi antar bagian otaknya. 

Kenapa anak-anak harus terus memperkuat koneksi antara bagian-bagian otak? Kalau koneksi kuat, ini memungkinkan mereka untuk memahami dan merespons lingkungan sekitar dengan lebih baik. Perlu dipahami dads, bahwa jumlah dan susunan koneksi antar neuron ini mempunyai dampak besar terhadap kinerja otak secara keseluruhan. 

Mulai dari belajar berjalan, mengenali huruf, hingga bersosialisasi. Luar biasa berpengaruhnya ternyata nutrisi untuk tumbuh kembang anak ya moms. Gimana ya caranya mencegah stunting? Nutrisi yang gimana ya yang bisa mencegah stunting?

Tips Nutrisi untuk Cegah Stunting

Gimana sih moms nutrisi bisa cegah stunting? Simak Tips berikut iniya moms.

  • Penuhi Kebutuhan Gizi Seimbang

Apa moms tau kebutuhan gizi yang seimbang untuk anak? Tunggu dulu moms, pemenuhan gizi agar terhindar dari stunting ini harus dimulai sejak ibu hamil ya moms. Baru nanti diteruskan sampai 1000 hari setelah anak lahir. Lalu apa aja sih yang dibutuhkan?

Zat gizi makro yang harus dipenuhi diantaranya karbohidrat, protein, lemak sehat, selain itu juga zat gizi mikro yang juga harus dipenuhi yaitu vitamin dan mineral. Gimana distribusinya? Untuk usia 1-3 tahun dibutuhkan 45%-65% karbohidrat, 30%-40% lemak, dan 5%-20% protein.

  • Promosi Makanan Sehat

Promosi? Benar moms, kita harus memperkenalkan berbagai makanan sehat pada anak. Kenalkan berbagai warna sayur dan buah, biarkan anak merasakan macam-macam sumber karbohidrat. Dan juga beragam sumber protein, karena tak hanya hewani tapi juga nabati kan dads?! Karena semua memiliki peran dan manfaatnya masing-masing kan ya moms.

Karbohidrat tak hanya nasi moms, boleh juga sagu atau ubi. Protein juga tak hanya ayam dan daging dads, tahu dan tempe juga protein lho. Dan semuanya mempunyai fungsinya bagi tumbuh kembang anak dads. Siap moms?

  • Cek Asupan Susu dan Produk Olahan Susu

Susu bisa bikin tinggi moms? Wait, nggak cuma itu ternyata dads. Kalsium, fosfor, magnesium, dan protein yang terkandung di dalam susu dapat mendukung pertumbuhan fisik anak. 

Selain itu juga mampu mendukung kecerdasan otak anak, sebagai sumber energi, dan mendukung daya tahan tubuh anak. Jadi cek adakah susu atau produk olahan susu dalam menu anak-anak moms?

  • Daily Mealplan 

Ini yang perlu diingat ya moms, sudah adakah rencana menu harian untuk anak-anak? Kenapa harus dibuat rencana menu? Karena dari sini kita bisa melacak apakah kebutuhan gizinya sudah terpenuhi.

Kalau berdasarkan mood, bisa-bisa gizi yang dikonsumsi anak hanya itu-itu saja dan akhirnya tak terpenuhi kebutuhannya. Karena ada banyak zat gizi yang dibutuhkan anak sehingga sebaiknya anak pun mengonsumsi berbagai macam sumber gizi ya dads.

  • Snacking Sehat

Memangnya ada snack yang sehat? Ada dong moms, snack kan nggak hanya yang dikemas dan diproduksi pabrik ya. Apa aja sih snack sehatyang bisa kita sajikan untuk anak-anak di rumah moms?

Bisa diolah dari buah dan sayur lho moms. Misalkan cake pisang, atau puding dari chia seed dengan topping buah. Bisa juga buah potong disajikan dengan potongan lidah buaya yang telah diolah, atau potongan buah yang disajikan dengan sauce dari jus buah. Lagi happening nih moms, cocok buat cuaca yang panas ya dads.

Trik Praktis untuk Moms Kelola Nutrisi Anak

Gampang-gampang susah nggak sih moms, menyiapkan menu anak-anak? Yes! Jangan bingung dulu ya moms, ini triknya.

  • Libatkan Memilih Menunya

Suka capek ya moms, udah masak capek-capek eh anaknya nggak mau makan. Biar nggak nolak pas udah disiapkan, ajak anak-anak milih menunya. Tapi harus ingat aturan menu seimbang buat anak ya moms. Seru kan dads?

  • Bangun Suasana Makan yang Happy

Jangan sampai anak ngerasa waktu makan jadi menakutkan ya moms. PR juga nih buat dads, butuh kerjasama dengan moms soalnya dads. No more marah-marah, make this a happy moment ya dads. 

  • Suplemen Gizi?

Udah makan banyak tapi nggak gemuk? Atau justru susah makannya? Di sini moms dan dads perlu konsultasi ke dokter spesialis ya, untuk memastikan anak butuh suplemen nggak sih? Butuh berapa banyak dan berapa lama konsumsi suplemennya? Setuju dads?!

  • Belajar Terus!

Banyak hal yang perlu dipelajari masalah asupan makanan anak ya moms. Karena ada moment anak tumbuh gigi, bosan dengan makanannya, atau kelelahan yang bisa mempengaruhi nafsu makan anak lho. Inilah alasan moms dan dads harus terus belajar ya, karena anak terus tumbuh dan berkembang ya. Selalu ada alasan buat terus belajar ya?

Hadapi Tantangan Pemberian Nutrisi

Banyak banget kan masalah yang mungkin timbul saat kita memepersiapkan nutrisi untuk anak? BUat moms dan dads yang sudah dewasa pun butuh usaha lebih untuk konsisten mengonsumsi makanan sehat kan?! Apalagi anak-anak ya moms. 

Anak-anak kan masih mudah berubah perasaannya, masih suka memilih makanan yang ingin dikonsumsinya. Terutama ini moms, si picky eater yang luar biasa bikin moms bingung. Jadi moms harus gimana mengatasinya? 

Make this as a happy moment ya moms, jadi jangan dipaksa. Buat bervariasi, dan kenalkan makanan baru dengan perlahan serta berikan contoh. Gak mudah pasti beradaptasi dengan hal baru buat anak-anak ya dads, jadi yuk bersamai mereka. Tapi gimana kalau budget terbatas?

Kembali pada dasar kebutuhan zat gizi apa yang harus kita penuhi ya moms. MIsalkan anak bosan makan nasi, nggak harus diganti dengan mie shirataki kan moms? Kalau budgetnya nggak cukup bisa diganti dengan bihun jagung. Banyak bahan pengganti yang bisa kita pilih kok dads buat perkembangan anak-anak.

Luar biasa kan peran ibu untuk memenuhi nutrisi anak? Nggak hanya mempersiapkan, tapi juga mengatur budget ya dads. Bahan apa yang perlu dipilih, kapan sebaiknya diberikan, atau sebaiknya seperti apa sebaiknya makanan dikemas dan disajikan buat anak. 

It’s OK moms, jangan tegang dulu ya. Bisa dipelajari pelan-pelan bersama dads, as a team. Butuh kerja sama tim kak, karena bukan perjalanan satu hari saja. Ini bisa jadi perjalanan panjang, jadi yuk terus bekali diri. Yuk kita terus belajar dan nggak nyerah untuk berikan nutrisi yang terbaik buat anak-anak ya moms & dads.  

Bagikan
Artikel Lainnya
Produk Rekomendasi