Stop Panik! Ini 5 Tips Jitu Atasi Tantrum Anak di Rumah

Hayo ngaku siapa yang suka ikut tantrum kalau anak tantrum?
Jadi capek nggak moms kalau anak tantrum?
Apalagi kalau dalam sehari bisa berkali-kali, dah lah meledak jadinya. BIsa nggak sih diatasi tanpa meledak?
Simak sampai habis ya tipsnya.
Apa sih tantrum itu sebenarnya?
Tantrum itu kondisi dimana anak mengalami ledakan emosi sebagai bentuk kemarahan yang meledak ledak dan biasanya diikuti serangan agresif, menangis, berteriak, menghentakkan kaki dan tangan ke lantai atau tanah.
Dilansir dari laman Kemenkes, Rudolph Dreukurs mengungkapkan jika penyebab utama terjadi tantrum adalah karena keputus asaan.
Dan akibat dari keputusasaan ini adalah anak menuntut perhatian yang tak semestinya, sayangnya orang tua menyikapinya dengan memaksa anak mematuhi apa yang mereka inginkan.
Dan jadilah lingkaran masalah yang tak terputus.
Jadi tambah lelah nggak sih moms?
BTW, selain itu apalagi moms yang biasanya memicu anak-anak jadi tantrum? Coba cek ya, yang mana yang biasanya terjadi sama anak-anak di rumah dads.
Kenapa Anak-anak Tantrum?
Simak yak, ini alasan kenapa anak tantrum!
Tantrum Adalah Tahap Perkembangan Anak
Kok bisa tantrum jadi tahap perkembangan anak?
Moms, melalui tantrum anak akan belajar mengenali emosi yang dia rasakan, dan juga seperti apa mengelola emosinya. Maka sebagai orang tua tugas kita adalah menamai emosi yang mereka rasakan, bantu anak mengelola emosinya, serta memahami batasan yang diberikan orang tuanya. Setuju dads?
Waspadai Pemicu Tantrum
Apa sih pemicu tantrum?
Ada beberapa hal yang bisa memicu ledakan emosi anak, antara lain: lapar, ngantuk, lelah, serta merasa tak nyaman. Sadari kondisi ini pada anak ya moms. Dengan memahami dan menghafal tanda-tandanya akan membantu moms & dads untuk membantu anak-anak mengelola emosinya.
Gimana Cara Mengatasinya?
Harus gimana sih parents mengatasi anak yang sedang tantrum?
Boleh nggak sih ikutan tantrum?
Jangan ya moms ya, jangan.
Calm Down Parents
Gimana mau tenang kalau anak tantrum? Benar moms, auto ikutan tantrum nggak sih kalau anak tantrum dads? Sayangnya itu kontra produktif moms. Take a deep breathe, tenangkan diri moms. Pastikan moms atau dads tenang saat menghadapi anak yang tantrum, teriakan hanya akan memperburuk keadaan! Catat ya moms.
Big Hug for Kiddos
Is a hug the answer? Yes it is, why not?! Kuncinya adalah memberikan rasa nyaman dan ketenangan ya moms, dan saat ledakan emosi terjadi maka pelukan bisa menjadi jalan pintas mendapatkan rasa nyaman dan aman sekaligus. Anak akan merasa tak sendiri, dipedulikan, dan merasa aman.
Berikan Distraksi
Kenapa perlu distraksi? Pada usia awal pertumbuhan anak, anak-anak memiliki rentang konsentrasi yang pendek. Di sini lah kesempatan moms untuk menenangkan anak dan membantu mereka mengelola emosinya. Bisa dengan menyanyikan lagu favoritnya, dengan hal yang menarik di sekitarnya, atau sebatas pertanyaan “Eh apa itu?”. Gampangkan moms?
Give Options
Pilihan? Yes dads. Masih ingat penyebab anak tantrum? Ya, frustasi. Dengan moms memberikan alternatif pilihan pada anak, maka akan mengurangi rasa frustasinya. Dia merasa memegang kendali. Terutama untuk anak usia 3-4 tahun ya dads, ini usia anak merasa dia “bisa” dan mandiri.
Tips Mencegah Tantrum
Kalau tantrum disebut sebagai bagian dari pertumbuhan,apa harus dilalui anak atau bisa dicegah?
Sebenarnya bisa, karena secara garis besar kan penyebabnya frustasi anak. Gimana cara cegahnya? Baca ulasan berikut ini sampai habis ya, yang terakhir bikin nggak nyangka banget.
Konsisten dengan Rutinitas
Kenapa harus konsisten dengan rutinitas? Seperti yang sudah dibahas sebelumnya ya dads, penyebab tantrum antara lain karena anak lelah, lapar, ngantuk dan tak terpenuhi apa yang diinginkannya. Maka dengan menjaga rutinitas makan, istirahat, dan berbagai batasan yang diterapkan orang tua secara konsisten, tantrum pada anak bisa dicegah. Bisa dipahami ya moms? Meski nggak mudah, tapi yakin lah moms & dads bisa.
Ajarkan Anak Ekspresikan Emosinya
Ledakan emosi anak juga bisa terjadi karena saluran emosinya tersumbat ya moms, akibatnya anak tak bisa mengeluarkan emosinya dengan baik. Dan akhirnya meledak seperti bom waktu. Berikan kesempatan anak yuk moms untuk mengeluarkan emosi yang dirasakan, kenalkan anak pada apa yang dirasakannya, dan beri contoh anak bagaimana cara mengeluarkan emosinya dengan aman. Jangan karena anak laki-laki jadi nggak boleh nangis ya dads. Setuju?
Berikan Pujian
Kenapa malah dipuji? Anak juga membutuhkan apresiasi atas hal baik yang mereka lakukan lho dads. Seperti saat anak bisa menata emosinya tanpa tantrum. Dengan mendapat pujian, anak akan merasa dikuatkan untuk melakukan tindakan positif. Nggak gampang kan moms mengelola emosi sampai nggak tantrum? Setuju ya?
Normal nggak sih anak-anak tantrum?
Mengingat bahwa anak lahir tanpa pengetahuan dan keterampilan berbicara dan mengelola emosi, maka wajar sih dads. Gini moms, kalau kita nggak tau cara menyampaikan sesuatu pada orang lain, tapi kita berharap orang paham. Sayangnya nggak paham. Kira-kira apa yang akan terjadi?
Setuju, moms benar kalau menjawab akan muncul keputus asaan.
Makanya anak bayi suka nangis ya moms, kan belum bisa ngomong kalau lapar atau ngantuk. Menangis itu cara bayi berkomunikasi jadinya. Meskipun ada bahasa bayi sebenarnya, masalahnya nggak semua orang paham ya moms.
It’s OK, bisa diatasi kok moms yang namanya tantrum. Hanya saja moms & dads harus paham ya. Tetap tenang, hadapi dengan kasih sayang, dan jangan lupa ajarkan anak mengelola emosinya. Hanya itu?
Nggak dong ya, ada lagi hal yang tak kalah penting dads. Selalu ingat untuk memenuhi kebutuhan gizi anak ya, karena dengan badan yang sehat maka anak akan lebih nyaman berkegiatan.
Dan selalu ajak anak berolahraga ya dads, karena dengan berolahraga maka hormon oksitosin alias hormon bahagia anakan naik, auto nggak cranky anak-anak ya kan moms?
Dads & moms sudah siap jadi tim untuk menghadapi anak-anak yang tantrum? Bangun bonding ya moms, dengan pasangan dan juga anak. Agar bonding yang kuat ini bisa memberikan rasa nyaman dan aman untuk anak.
Sehingga anak juga bisa dengan leluasa belajar mengelola emosinya.
Memang perlu?
Perlu moms, pijakan tumbuh kembang anak-anak akan selalu moms & dads kan?
Be happy moms, enjoy the process. Take a deep breath. Yuk bisa yuk, dads. Mulai sekarang, kita hadapi tantrum dengan senyum ya🙂
Referensi:
https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1327/apa-itu-tantrum-pada-anak
https://www.alodokter.com/tantrum
https://www.tintahijau.com/keluarga/inilah-6-cara-mengatasi-si-kecil-yang-sedang-tantrum-di-tempat-umum/
https://www.klikdokter.com/ibu-anak/tips-parenting/cara-tepat-untuk-mengatasi-anak-tantrum
https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/612/tips-atasi-tantrum-pada-anak
https://health.kompas.com/read/24D24140000668/bagaimana-cara-mengatasi-anak-tantrum-ini-penjelasan-ahli-
https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20231102132419-33-485806/9-cara-terbaik-hadapi-
